Selasa, 31 Mei 2011

Musik Underground



MUSIK underground sering dianggap musik yang bernuansa
kekerasan. Itu karena tema-
tema musiknya yang kerap
mengusung tentang kematian,
siksaan, neraka, kehidupan
setelah kematian, kritik, protes, dan kecaman.

Terlebih dengan kejadian di
Gedung AACC Bandung, konser
musik undergriund yang berujung
maut, semakin mengentalkan
citra negatif.
Padahal sebetulnya tak ada hubungan musik underground
dengan kekerasan, apalagi
menjadi penyebab tragedi maut
di Gedung AACC.
Lagu bagaimana sebetulnya
perjalanan musik yang dinilai radikal ekstrem karena lirik-
lirinya yang memang jauh dari
kesan indah ini?

“Underground tumbuh di Indonesia pada awal-awal era
90-an. Dulu, aliran ini identik
dengan anak-anak urakan,” kata Ken-Ken, mantan vokalis
grup band underground di
Jakarta,

Awal-awal tumbuh di kalangan
anak-anak urakan itu membuat
underground dikenal sebagai
aliran ekstrem. Predikat itu
semakin kental ketika sejumlah
konser underground waktu itu kerap melahirkan kericuhan. Ken-
Ken mengatakan, biasanya dalam
konser musik underground
muncul subgender yang
mempunyai massa pendukung
dan subgender yang lainnya juga massa pendukung.

“Yang dari punk punya pendukung sendiri, yang dari
metal juga punya sendiri.
Awalnya hanya ejek-ejekan,
kemudian ribut di dalam. Hal
seperti itu kerap terjadi,
terutama di kota-kota kecil,” lanjut pria kelahiran Surabaya ini. Meski Kenken mengatakan
kericuhan memang ada dalam
sejarah konser musik
underground, vokalis musik Sing
Ken-ken ini menyebut, tidak
pernah ada yang separah seperti terjadi di Bandung Sabtu
(9/2) malam. Apalagi, kata dia,
para peminat underground
sekarang ini sudah lebih dewasa,
lebih cerdas dalam menyalurkan
idealisme musik mereka. “Aku nggak pernah mencatat kericuhan yang pernah terjadi.
Tapi, nggak pernah separah
ini,,” sambung Ken-ken yang mengaku meski sudah tidak aktif,
tapi masih kerap nongol di
konser underground.
Penyanyi jazz yang juga kerap
hadir dalam konser musik
underground,

syaharani juga menyebut, dibanding era
90-an, pemusik underground
sekarang jauh lebih matang. Rani,
panggilannya, mengaku tidak
sepakat dengan label radikal
ekstrem yang diberikan kepada para pemusik underground. Ia
mengatakan, sekarang, peminat
underground tingkat pendidikan
dan tingkat apresiasi musiknya
sudah lain.
“Mereka memang punya idealisme sendiri dan mereka
ingin membuktikan bahwa
idealisme mereka tidak kalah
juga dengan industri musik. Dan
menurut saya itu perkembangan
cara berpikir dan cara berbisnis anak-anak muda. Mereka ingin
punya assosiate sendiri. Ada
banyak hal positif kok pada
komunitas underground ini,” kata Rani.

Syaharani tidak mau menyebut
peristiwa nahas di Bandung
distimuli oleh aliran musik keras
yang diusung oleh grup Beside
yang beraliran punk. Ia lebih
senang membahas prosedur pengamanan sebuah konser.
Sebab, kata dia, tidak ada
bedanya orang-orang yang
underground dan bukan
underground, mereka sama-sama
manusia.

“Tidak ada masalah, apa jenis musiknya karena valuenya
manusia sama lho. Namanya
musibah bisa datang tanpa pilih-
pilih jenis aliran musik.
Penyelenggara harus benar-
benar memperhatikan masalah- masalah keamanan. Kalau yang di
Bandung ini kan masalah di luar
content art nya” kata Rani yang mengaku gandrung dengan
musik underground sejak 2001 .

terlalu banyak
yang menyalah artikan dan di
kampanyekan sebagai musik,
yang dekat dengan bentuk
anarki, atau penonjolan simbol
kekerasan dalam kemasan musik nya. namun apa yang
masyarakat umum lihat, semua
hanya karena pemahaman minim
di permukaan atau persepsi
sendiri tentang musik
underground ini, tanpa mau untuk duduk nercengkrama
dengan para pelaku musik nya,
atau betah mengikuti sebuah
event komunitas nya. hal inilah
yang membuat paradikma negatif
terhadap musik underground.


Sumber :~ Studio Mini-tek ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Laman

theremon666@gmail.com
DOWNLOAD:
VOLTURYON - Coordinated Mutilation (2011) genre:Death orgin:Sweden BENIGHTED - Asylum Cave (2011) genre:Death/Grind orgin:France IMPRECATORY - Mortal Intestines Decay [2005] Genre(s) : Brutal Death metal Origin : Indonesia (Bandung) Band: Outlander Origin : Indonesia (Pontianak,West Borneo) Genre(s) : Slamming Brutal Death DEAD SQUAD - Horor Vision (2009) Indonesia (Jakarta) Genre(s) : Tech. Brutal Death Morbid Angel - 1989 -Abominations of Desolation Morbid Angel - 1991 - Blessed Are The Sick Morbid Angel - (1990) Altars Of Madness Morbid Angel - 1993 - Covenant Morbid Angel - (1995) Domination Morbid Angel - (1996) Entangled in Chaos - (Live) Morbid Angel - (2000) Gateways To Annihilation Morbid Angel - (2002) Tyrants From The Abyss (Tribute to Morbid Angel) Morbid Angel - (2003) Heretic Morbid Angel - (2005) Ignominious - Part REMON INSIDE™ Brutal Music Reviews

Cari Blog Ini

REMON INSIDE™ :
free counters